Sukses Ketika Dapat Melupakan Tuhan
Sulit menentukan seseorang sukses atau tidaknya. Namun jika kita membuat kesepakatan arti bahwa sukses adalah suatu keberhasilan atau keberuntungan, [1] maka itu akan lebih mempermudah dalam menilai keadaan seseorang, bahkan keadaan diri sendiri. Sebagai insan penganut agama, tak akan lepas dengan yang namanya representasi ‘Tuhan’ dalam kehidupannya. Tentunya dengan konsep yang berbeda-beda tergantung siapa imam (panutan spiritual) yang diikutinya. Ironisnya, ada beberapa manusia yang bermasalah kepada manusia lain namun Tuhan-lah yang dijauhi. Masih ingat tantang ketuhanan namun abai dalam ketaatan. Yah, begitulah manusia, ketika dalil agama yang berkata baik,dia berani untuk meninggalkan, sebaliknya ketika berkata buruk, dia berani melakukan. Berbeda dengan logika, ketika ada seseorang mendeklarasikan temuan teori baru ‘1+1=4’, sontak berbondong-bondong orang sepakat untuk menolak teori tersebut. Hal ini menjad...