Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

Nafsu Pada Manusia Menjadi Sebab Bumi Masih Ada

       Banyak anggapan bahwa nafsu yang berada pada manusia memiliki potensi buruk, bahkan keseluruhannya buruk. Memang benar nafsu punya potensi buruk. Namun, tidak semua nafsu berkiblat pada keburukan. Nafsu dibagi pada dua cabang  besar, yaitu nafsu baik dan buruk.     Nafsu buruk cenderung mendorong manusia pada hal-hal yang bertentangan dengan seruan syariat. Sedangkan nafsu baik mendorong manusia pada ketenangan hati untuk selalu mengingat Allah.          Manusia akan lebih buruk dari binatang jika hanya mengikuti nafsu buruk saja. Karena, pada dasarnya manusia punya kemiripan dengan binatang jika diukur dari pusar ke bawah. Selalu ingin kenyang dan seks, misalnya, persis dengan kebutuhan binatang kan? Jika tubuh atas (pusar-kepala) dapat mengendalikan tubuh bawah, manusia akan menjadi manusia sempurna. Namun sebaliknya jika tidak dapat mengendalikan tubuh bawah, manusia akan menjadi selayaknya binatang. Hal ini karena na...

Marah Dengan Tetap Ramah

     Manusia normalnya terlahir dengan disertai emosi. Emosi secara umum menyangkut perasaan seseorang yang muncul secara intens dan cenderung bersifat reflek. Emosi muncul sebangai respon perasaan dalam menanggapi situasi yang berkaitan dengan diri manusia. Seperti sedih, marah, dan senang. [1]      Marah, atau kemarahan muncul sebagai jawaban sistem tubuh untuk perlindungan diri terhadap sesuatu yang membahayakan. [2] Kemarahan dapat muncul dari manusia ataupun hewan, dengan menunjukkan sifat agresif misalnya mimik wajah, mata melotot dan keadaan siap memberikan perlawanan.      Labeling ‘buruk’ biasa digunakan untuk melabeli sifat marah itu sendiri. Padahal tidak semua kemarahan memiliki nilai negatif, tergantung penempatan pada situasi apa marah tersebut dilakukan. Ketika negara dijajah, misalnya, penduduknya marah maka dapat dikatakan sebagai sikap nasionalisme. Namun beda ketika marah diposisikan pada saat diskusi dan terjadi perbeda...