Bentuk Hantu Dalam Perspektif Pembiasan
Hantu sebagai entitas imajiner. Dikatakan imajiner karena keberadaannya antara ada dan tiada. Secara keimanan, hantu (jin dan setan) ada dan tertulis secara eksplisit dalam kitab suci, dalam hal ini penulis merujuk pada Islam. Hantu ada secara tulisan namun susah dibuktikan dengan teoritik atau dilihat dengan nyata. Seperti halnya tanwin , yang memiliki pengertian sebagai nun sukun yang ada ketika dibaca (secara pengertian dia ada), namun hilang ketika ditulis (tidak terlihat oleh mata). Sama halnya dengan hantu yang tidak semua manusia dapat menerima keberadaannya, nun sukun atau tanwin juga hanya diterima oleh sebagian huruf hijaiyyah saja. Golongan Izhar akan secara tegas menerima keberadaan nun tanwin , sedangkan idghom menghilangkan dalam keberadaannya. Berbeda dengan ihfa yang menerima dengan cara tanggung, hanya sebagian saja atau dalam kata lain ,samar. Keberadaan hantu juga sedemikian yang disebutkan di paragraf ke dua. Ada tiga golongan manusia dalam menilai kebera...