Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

Kerelaan atau Keikhlasan?

  Kerelaan berasal darikata ‘rela’ yang berarti kesungguhan hati dalam menerima sesuatu. Menerima dalam arti luas, baik itu buruk ataupun baik. Menerima kehilangan misalnya, atau cobaan, atau permintaan tolong orang lain. Sedangkan keihlasan, hampir sama dengan kerelaan. Namun memiliki artian yang sedikit berbeda. Dalam ilmu tasawwuf, iklas diartikan ‘karena Allah’ bukan karena yang lain. Dalam hal ini memang sulit untuk mendeskripsikan ‘ikhlas’ itu sendiri. Bahkan ketka kita melakukan sesuatu pun, belum tentu karena Allah, bisa saja karena orang lain. Misalnya, rela menyapu halaman yang ditujukan untuk sebuah pujian atau nilai rupiah (pesangon) dari orang tua bertambah. Pernah, ada seorang guru yang mendefinisikan tentang keikhlasan yaitu seperti surah al-Ikhas.  Coba deh, dibuka dan dibaca. Artinya saja, bukan maksud saya merendahkan, Cuma biar lebih paham saja.   Sama kok, saya pun belum bisa membaca al-Qur’an sembari faham artinya di setiap kalimat yang tersusun itu ....

Implementasi Cinta Dengan Menyiksa

  Banyak kegilaan yang semakin bermunculan di setiap titik logika manusia. Tak semua, namun manusia memiliki sisi kenaifannya masing-masing. Seakan harus terbalut dengan putihnya kafan padahal raganya telah membusuk lama. Ini kan merepotkan! Misal begini, Anda yang diberi wasiat oleh orang yang akanmeninggal berupa ‘harus selalu mengganti kafannya ketika nanti sekira telah kotor dalam kubur’, padahal itu yang sangat tidak mungkin, jika menggunakan metode pengkuburan dengan cara ‘normal’. Ya, saya muslim, bayangkan saja ilustrasi ini secara muslim. Kembali kepada masalah kenaifan, orang akan senantiasa membangun citra baik padahal buruk atau setingkat lebih baik dari ‘buruk’ yaitu ‘kurang baik’. Bagaimana cara untuk untuk terlihat tetap baik? Membangunlah sebuah citra, dengan mengorbankan sesuatu atau momen tertentu. Hal ini mungkin saja disengaja karena memang pandai dalam memanajemen tingkah, atau tidak disadari bahwa itu hal yang salah. Misal, menyontek, dalam membangun citra bai...

Anomali Individu dalam Bersosial

              Manusia diciptakan dengan dua status yang melekat, makhluk individu dan makhluk sosial. Makhluk individu maksudnya adalah manusia sebagai pribadinya sendiri yang terdiri dari fisik dan psikis. Sedangkan manusia sebagai makhluk sosial adalah manusia yang tak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, serta tak bisa hidup seenaknya dengan seperangkat aturan yang terkonsep akibat dari terjadinya interaksi antar manusia. Antara keduanya perlu dipenuhi. Namun yang harus dijadikan catatan adalah seimbang. Keseimbangan inilah yang akan membentuk harmoni dalam menjalani kehidupan, tanpa membebani orang lain dan juga diri sendiri. Sebagian manusia akan lebih mementingkan kebutuhan dirinya sendiri dahulu lantas memikirkan kebutuhan orang lain. Sebagian yang lain berlaku sebaliknya, mereka akan lebih mementingkan kebutuhan oran lain dibandingkan dirinya. Golongan pertama adalah orang yang mementingkan kebutuhan dirinya diatas kebutuhan orang lain. Orang i...

Mahasiswa Sakau

     Pendidikan selalu digadang-gadang sebagai alur perubahan. Dari yang tidak tahu untuk menjadi tahu. Dari yang kurang baik menjadi lebih baik. Itulah yang diharapkan dengan adanya pendidikan, dengan menjunjung 'memanusiakan manusia' sebagai salah satu pengertian pendidikan. Lantas, yang tak terdidik bukan manusia? Masih tetap manusia, hanya saja kurang dalam koridor 'idealisme umum', yang mencakup idealisme moral ataupun idealisme tentang pengetahuan.    Pendidikan bukan hanya diperoleh dari bangku sekolah, ayam misalnya, mereka belajar rajin bangun pagi bukan karena sekolah. Hal tersebut adalah pendidikan dasar dimana pembiasaan suatu yang baik. Namun sayang, induk ayam kawin sembarangan di depan anaknya. Hal ini pun akan diikuti oleh anak ayam, sebab itulah, usaha selalu berbuat baik itu penting.    Masalah moral pun tak hanya diperoleh dari buku karangan ilmuan ternama saja, singa misalnya, seganas-ganasnya singa, mereka tak mengajari memakan ana...

Mahalnya Dunia Pesantren

     Pesantren adalah lembaga pendidikan Islam yang telah ada sejak dulu. Kadang, pesantren dianggap sebelah mata oleh sebagian orang. Dikarenakan, fasilitas yang kurang memadahi, manajemen pendidikan yang kurang tersistem, peserta didik atau santrinya terkenal kucel, kumal, kotor. Itu stigma yang sering muncul, yang sering juga saya dengar.    Konsep 'mencerdaskan kehidupan bangsa' yang terkandung di dalam pembukaan UUD 1945  benar-benar diterapkan dipesantren. Bagaimana tidak? Pesantren menerapkan 'pembukaan penerimaan santri baru' tapi tidak ada 'penutupan', karena mau mendaftar kapan saja pasti diterima. Berbeda dengan sekolah. Dan, biasanya yang masuk ke pesantren adalah mereka yang 'kurang neruntung' dari segi finansual atau bahkan segi kecerdasan.     Dari segi finansial, mereka para orang tua yang kurang mampu menyekolahkan anaknya, akan mencari alternatif pendidikan, yaitu pesantren. Karena pesantren terkenal murah.    ...

Mirip Bukan Berarti Sejenis

     Sebagai mahasiswa jurusan PAI, bukan berarti saya menafikan atau menolak hadits yang menyerukan 'barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia bagian dari kaum tersebut', saya tetap percaya itu. Masalahnya, menyerupai hal apa? Apakah segala aspek? -repot dong. Hidung saya lubangnya menghadap bawah. Sedangkan saudara-saudara kita yang berbeda keyakinan juga memiliki posisi lubang hidung yang sama. Kan ribet???    Jadi, menyerupai yang bagaimana? Cara berpakaian? Oke, saya setuju. Tapi tidak 100%, pakaian itu budaya. Yang membedakan adalah syara'. Di dunia Islam, memakai pakaian apapun boleh kok, asal tidak memperlihatkan aurat, serta tidak menjadikan harga diri  pemakai menjadi turun. Misal nih, seorang laki-laki yang auratnya hanya dari pusar sampai lutut, lantas ia berangkat ke kantor atau sekolah hanya minimalis sebatas menutup aurat, konyol!!!    Islam tidak hanya mengajarkan 'hukum' saja, tapi mengajarkan estetika. Pantas, juga sebagai pedo...

Bukan Suudzon Tapi Waspada

     Setiap persinggungan pasti ada hambatan. Akan aneh jika benar-benar tak ada energi yang bertolak belakang. Misalnya begini, masih ingat dengan pelajaran fisika? Tentang gaya gesek?-anggap saja masih ingat lah ya. Nah, gaya gesek akan muncul ketiap ada dua benda bersinggungan, mau atau tidak mau gesekan akan muncul.     Beberapa perhitungan memang tidak memunculkan atau tidak memperhitungkan keberadaan gaya gesek, untuk mempermudah. Pada gerak jatuh bebas pun (saat dulu waktu SMA) gaya gesek antara benda dengan udara tidak diperhitungkan. Padahal kenyataan mengenai gesekan itu ada. Coba saja dengan benda yang sama sama memiliki massa 1 gram, bukan berat ya, kalau berat satuannya newton. Bandingkan kertas 1 lembar yang beratnya 1 gram dengan logam bulat yang 1 gram juga. Kecepatan jatuhnya akan berbeda. Kertas akan cenderung melayang jika dibandingkan logam bulat. Kenapa? Hal ini terjadi karena luas penampang mereka yang berbeda. Dan juga gaya gesek! Ges...

Definisi Teman Sejati?

  Teman sejati adalah mereka yang tak akan pergi saat kita membutuhkan dan datang hanya saat butuhnya saja.  Sebuah ungkapan yang sering dilontarkan dalam media sosial, sebagai bentuk kekecewaan saat ada seseorang yang pergi saat kita butuhkan namun selalu datang saat mereka membutuhkan kita. ~ Manusia adalah makhluk individu dan juga makhluk sosial. Itulah takdir manusia sebagai bagian dari masyarakat. Tidak bisa dipungkiri, bahwa manusia membutuhkan manusia lain untuk kelangsungan hidupnya. Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain. Ya, ini pasti. Entah hanya tokoh figuran sebagai pemecah sepi. Atau orang yang berjasa seperti supir angkutan umum misalnya. Orang yang berjasa namun kadang tak dianggap. Karena kita memiliki konsep berfikir,  ah itukan wajar kita sudah membayar.    Hanya karena uang yang tak seberapa kita sudah sombong! Hal yang terlalu wajar dari manusia. Sosok orang lain lagi yang diperlukan adalah kehadiran teman. Ya teman. Pernah ...

Mengapa Bukan Memakai “Bahasa Kita” yang Lebih Kaya?

  Bahasa adalah salah satu budaya terbesar peradaban. Suatu ilmu pengetahuan tidak dapat bekembang tanpa perantara bahasa.  Adapun tanpa ilmu, beradaban juga tak akan dapat berkembang.  Seorang penemu pun membutuhkan orang lain dalam membuat karya besarnya, walaupun hanya sebatas tenaga yang dibutuhkan. Tanpa adanya bahasa, ilmuan itu tidak dapat mengkoordinir rekannya. Bahkan semua jenis keilmuan memiliki unsur kebahasaan di dalamnya, termasuk dalam matematika, misalnya saat suatu angka ditulis maka akan terlihat “1” namun jika diucapkan akan berbunyi “satu”. Dalam suatu pertukaran informasi, dapat dilakukan dengan dua cara. Menggunakan bahasa dan menggunakan isyarat/rambu.    Isyarat sendiri juga sering disebut dengan “bahasa isyarat”. Namun keduanya memiliki perbedaan yang mencolok, dimana bahasa lebih mudah memberikan pemahaman kepada masyarakat umum dibandingkan dengan isyarat. Contoh jika bertukar informasi dengan sandi atau morse, hanya sedikit yang memah...

Haruskah Masa Orientasi Siswa???

             Masa SMP dan SMA masa paling membahagiakan bagi sebagian pelajar tanah air kita. Masa canda, tawa, cinta dan luka. Dimana para manusia memasuki fase pubertas, fase pencarian jatidiri. Sebagai masa transisi dari mulai kanak-kanak menuju dewasa. Ingatkah kalian dengan MOS, masa orientasi siswa? Yang biasanya diakukan pada saat awal sebagai siswa baru. Menurutku itu sangat asik, jika bukan diisi dengan ceramah. Karena saya pasti bosan dengan ceramah yang seperti itu. Sebagian sekolah ada yang menjalankan MOS dilimpahkan kepada senior. Yang membuat semacam senioritas terjadi disitu. Saya melihat dari pengalaman kakak saya, dimana dia disuruh memakai tas dari karung. Ada sekolah lain yang disuruh bertopi pake  besek atau ceting  (wadah nasi saat kenduri). Ada yang disuruh memakai kalung dari bawang.  Wow pawang hantu !!! Ada juga yang harus mengikat rambut dengan tali rafia,    disuruh memakai kaos kaki warna-warni yang...

“ASIKNYA” Menjadi Mahasiswa

   Kutulis untuk adik-adik yang sebentar lagi  mencicipi  bangku kuliah.  eak adik, chihihihi .             Pengalaman “manis” ini, aku dapat dari beberapa tahun (dua tahun maksudnya) menjalani perkuliahan.  Asik nggak sih kak??? Iya laaaah, banget . Kalau bisa menikmati, dalam catatan KALAU BISA  yaa . Kenapa aku bilang seperti itu. Jagi ceritanya begini. Dulu waktu SMA, aku sudah tidak tinggal lagi dirumah. Ke luar kota. Biar bisa ngerasain gimana rasanya mudik. Mungkin. Nah sebagai anak bungsu (ragil) melihat kakaknya yang sudah kuliah dan sering pulang ke rumah membuat logikaku berkata, “ pingin cepet-cepet kuliah nih, biar bisa seenaknya libur” Kerasnya SMA yang panjang kujalani, seperti telah penuh berjuang dianya malah lebih memilih pergi. Sakit. Tapi tak apa, akhirnya aku bisa lulus ujian dengan nlai yang cukup memuaskan,  mungkin memuaskan sihh . Ya, memuaskan. Cukup membuatku PUAS...

PENGARUH NILAI TEHADAP MASA DEPAN

  Nilai Tidak Berpengaruh Untuk Masa Depan-    Suatu kalimat yang pernah saya katakan saat seseorang bingung dengan nilai yang didapatkannya untuk masa depan. Saat itu, saya tidak memiliki maksud apapun selain untuk menyemangati seseorang agar tidak menyerah. ya itu saja.      Setelah sekian lama, saya mendengar "kata itu" lagi di area kampus, katakan saja masa ospek.    Walaupun saya pernah mengatakan hal yang sama, tetapi saya menolaknya. Mengapa? Karena saya ingin menolaknya saja.  Mungkin logika saya saat ini begini :  1.      1.    Dalam makul perencanaan pembelajaran, ada yang namanya pe NILAI an atau evaluasi. Yang mana fungsinya untuk menilai sistem yang salah. Baik dari segi RPP  wa akhwatuha , penyampaian yang meliputi metode dan media. “Terus kalau sudah ada evaluasi ngapain kak?”. Ya kalau ada yang salah maka diperbaiki agar pembelajaran nantinya menjadi maksimal dan dapat mencapai hahi...