Nafsu Pada Manusia Menjadi Sebab Bumi Masih Ada

       Banyak anggapan bahwa nafsu yang berada pada manusia memiliki potensi buruk, bahkan keseluruhannya buruk. Memang benar nafsu punya potensi buruk. Namun, tidak semua nafsu berkiblat pada keburukan. Nafsu dibagi pada dua cabang  besar, yaitu nafsu baik dan buruk.
    Nafsu buruk cenderung mendorong manusia pada hal-hal yang bertentangan dengan seruan syariat. Sedangkan nafsu baik mendorong manusia pada ketenangan hati untuk selalu mengingat Allah.
         Manusia akan lebih buruk dari binatang jika hanya mengikuti nafsu buruk saja. Karena, pada dasarnya manusia punya kemiripan dengan binatang jika diukur dari pusar ke bawah. Selalu ingin kenyang dan seks, misalnya, persis dengan kebutuhan binatang kan? Jika tubuh atas (pusar-kepala) dapat mengendalikan tubuh bawah, manusia akan menjadi manusia sempurna. Namun sebaliknya jika tidak dapat mengendalikan tubuh bawah, manusia akan menjadi selayaknya binatang. Hal ini karena nafsu baik berada pada pusar ke atas, dimana logika dan perasaan sebagai manifestasinya.
                Perlu bersyukur saat kita sebagai manusia yang memiliki nafsu buruk. Yang notabene sebagai penghuni sah bumi. Sebelumnya bukan manusia yang menghuni bumi, melainkan dari bangsa jin. Namun karena disinyalir memberikan dampak buruk untuk bumi maka diutuslah malaikat untuk membinasakannya. Sehingga sekarang yang memiliki akses penuh atas bumi adalah manusia, bukan jin.
                Manusia sebagai makhluk lemah walaupun merusak bumi, bumi masih dapat bertahan hingga sekarang. Bayangkan saja, jika jin yang masih mendominasi populasi di bumi! Jin sama dengan manusia, punya nafsu juga. Bedanya jin lebih kuat dibanding manusia. Bahkan jika kemampuan jin dimiliki manusia, bisa saja setara dengan pahlawan super seperti di film-film. Manusia dapat terbang, membangun candi dalam semalam, menguasai gunung, dan menguasai pantai selatan. Sungguh kuat kan? 
         Apalagi malaikat, malaikat labih kuat. Sebuah kisah masa nabi menceritaka  yang mana teriakannya saja dapat memusnahkan  suatu kaum pada masa lalu. Untung saja malaikat sebagai makhluk paling taat dan tidak memiliki nafsu. 
             Sebab karena nafsulah manusia memiliki hasrat untuk semangat, emosi, dan bosan. Bayangkan saja jika malaikat benar memiliki nafsu. Jibril dengan sengaja memberi wahyu kepada semua orang, sehingga terjadi perpecahan untuk mempertahankan kepercayaan masing-masing. Mikail dengan sengaja menurunkan hujan dengan ukuran butir sebesar gajah. Isrofil cek sound atau bermain tangga nada. Izroil saking bosannya mencabut nyawa sana-sini dan memasukkan nyawa secara acak. Terbayangkan bagaiman kacaunya?
                Bersyukur lah, yang mendominasi bumi adalah manusia walaupun memiliki nafsu. Bukan jin dan malaikat. Jika mereka semua yang mendominasi bumi dan juga memiliki nafsu, maka bumi telah hancur sejak ribuan tahun lalu.

Komentar