Agama Tuhan Beda Dengan Agama Buatan Manusia
Bayangin, kalo malaikat itu punya hawa nafsu. Wah, kacau dunia ini! Kita kadang lupa, sebenernya kita tuh sangat beruntung Tuhan menciptakan malaikat tanpa hawa nafsu. Nggak kebayang kalau mereka, yang kekuatannya bisa dibilang *overpower* (OP), punya emosi, rasa bosan, atau ambisi kayak kita. Kalau kita lihat film-film superhero, Hulk yang badannya gede itu kelihatan kuat banget, kan? Tapi Hulk nggak ada apa-apanya dibanding kekuatan malaikat. Kalau malaikat punya hawa nafsu, wah, dampaknya bisa mengerikan.
Bayangin aja, malaikat Israfil yang tugasnya niup terompet buat tanda kiamat, tiba-tiba bosan dan iseng-iseng tiup terompetnya. Padahal cuma mainan doang, tapi bisa bikin gempa bumi hebat di seluruh dunia! Atau malaikat Izrail yang tugasnya mencabut nyawa. Kalau dia lagi bosen, bisa aja dia main-main sama nyawa orang. Misalnya, dia cabut nyawa, terus dimasukin lagi kayak kita bikin teh celup—masukin, angkat, masukin lagi, gitu terus. Gak kebayang kan kalo hidup kita diperlakukan kayak gitu? Serem banget!
Belum lagi malaikat Mikail, yang tugasnya ngatur rezeki dan cuaca. Misal dia lagi bete atau iseng, tiba-tiba ujan yang diturunin bukan rintik-rintik, tapi es segede banteng! Bukan cuma bikin kaca mobil pecah, tapi bisa ngancurin atap rumah, bahkan ngejatuhin bangunan. Dunia bakal kacau banget kalau malaikat yang punya kekuatan segitu besar juga punya nafsu kayak manusia.
Nah, malaikat Jibril nih, yang tugasnya nyampaikan wahyu dari Tuhan ke para nabi. Bayangin kalau dia juga punya hawa nafsu. Misal, dia bosen atau males ngantar wahyu terus-terusan, jadi dia edit-edit dikit isi wahyunya sesuai selera. "Ah, yang ini kayanya bagusnya ditambahin gini aja," atau, "Bagian ini gak penting, aku hapus aja deh." Bahaya, kan? Agama yang jadi pedoman hidup manusia bisa jadi kacau balau gara-gara nafsu.
Untungnya, Tuhan itu Maha Bijaksana. Dia menciptakan malaikat tanpa hawa nafsu, tanpa rasa bosan, tanpa keinginan. Malaikat cuma patuh dan nurut perintah Tuhan, tanpa pernah nanya, "Kenapa harus gini?" atau "Boleh gak aku istirahat dulu?" Mereka sempurna dalam tugasnya. Tugas yang dikasih Tuhan ke mereka dilakuin dengan penuh ketelitian, tanpa cacat, tanpa kesalahan. Kalau kita lihat dari sisi ini, agama yang dibikin Tuhan tuh sempurna. Semua unsur dalam ciptaan-Nya saling melengkapi dan bekerja sesuai fungsi.
Kalau dipikir-pikir, ini menunjukkan betapa luar biasanya konsep agama yang Tuhan ciptakan. Tuhan nggak sembarangan menciptakan sistem. Malaikat, manusia, alam semesta, semuanya punya peran masing-masing yang saling mendukung. Malaikat yang nggak punya hawa nafsu itu salah satu bagian penting dalam kesempurnaan sistem ini. Mereka nggak akan pernah salah atau lalai dalam menjalankan tugasnya, jadi kita bisa tenang bahwa aturan Tuhan akan selalu berjalan sebagaimana mestinya.
Coba bandingkan dengan agama-agama atau sistem-sistem kepercayaan yang dibuat manusia. Manusia yang punya hawa nafsu sering banget bikin aturan atau hukum yang akhirnya nggak sempurna, karena ya kita ini manusia, bukan makhluk sempurna. Kita sering terpengaruh sama emosi, keinginan, ambisi pribadi. Bahkan hukum yang katanya buat kepentingan bersama sering kali bolong di sana-sini karena ada kepentingan pribadi yang numpang lewat.
Agama yang dibuat manusia sering kali punya celah, entah itu di ajarannya, aturannya, atau penerapannya. Kadang ada yang terlalu keras, sampai nggak bisa diterima akal sehat. Kadang ada juga yang terlalu longgar, sampai ajarannya jadi fleksibel banget sesuai keinginan pribadi orang yang mengajarkannya. Inilah kenapa agama buatan manusia sering kali cacat dan gak bertahan lama. Ketika ada kepentingan yang masuk, agama buatan manusia jadi rentan diselewengkan.
Sebaliknya, agama yang datang dari Tuhan, dengan sistem yang Dia ciptakan, itu sempurna. Konsepnya sangat mendetail, sampai hal-hal kecil pun udah diatur. Misalnya aja soal makanan halal dan haram, cara ibadah, sampai hubungan sosial antar manusia, semuanya jelas. Tuhan udah ngasih kita panduan yang lengkap dan menyeluruh. Jadi, kita tinggal ngikutin aja aturan yang udah dibuat. Tuhan tahu batas-batas kemampuan kita, makanya aturan-Nya dibuat sesuai dengan fitrah manusia. Nggak ada yang berlebihan atau kekurangan, semuanya pas.
Kita kadang lupa kalau kita sebenarnya hidup di tengah sistem yang sangat sempurna. Kita punya panduan hidup yang lengkap, ada malaikat yang selalu patuh sama Tuhan, alam semesta yang berjalan sesuai aturan-Nya. Kita tinggal menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya, berusaha jadi manusia yang seimbang antara tugas dunia dan akhirat.
Jadi, coba deh pikirin lagi. Betapa bersyukurnya kita kalau Tuhan itu nggak menciptakan malaikat dengan hawa nafsu. Karena kalau iya, udah pasti dunia ini bakal kacau. Agama nggak akan lagi jadi pedoman hidup yang bisa kita andalkan, malah mungkin akan penuh manipulasi dan kekacauan. Tuhan udah menciptakan sistem yang sempurna, yang kita tinggal ikuti. Agama bukan cuma aturan kosong, tapi cara hidup yang dirancang khusus untuk kebaikan kita. Kalau kita bisa ngikutin, hidup kita pun bakal lebih terarah dan damai.
Dengan segala kekacauan yang mungkin terjadi kalau malaikat punya hawa nafsu, kita harusnya makin sadar bahwa Tuhan itu Maha Bijaksana. Dia nggak cuma menciptakan kita dan dunia ini, tapi juga menciptakan sistem yang sempurna untuk kita jalani. Malu rasanya kalau kita, yang dikasih kesempatan hidup dengan aturan yang begitu sempurna, malah nyia-nyiain kesempatan itu.
Komentar
Posting Komentar
Mau menyanggah? Silahkan! Jangan lupa sambil tersenyum biar bumi tidak kehilangan keindahan alamnya. Kamu.