Jangan Terlalu Sering Ngomong Kasar, BAHAYA!!!
Pernah nggak kamu lagi jalan, terus tiba-tiba kepleset? Refleks, mulut kamu langsung teriak, "Anjeeeeng!" Nah, itu contoh kecil dari kebiasaan buruk yang tanpa sadar udah mendarah daging—berbicara kotor atau *misuh* dalam bahasa Jawa. Kadang kita pikir itu cuma bercandaan, cuma ekspresi biasa, tapi kalau udah jadi kebiasaan, bisa berbahaya loh.
Kenapa sih kita sering ngomong kasar? Bisa jadi karena pengaruh lingkungan, tontonan, atau cuma karena ikut-ikutan biar dibilang "keren" atau "gaul." Tapi, kalau udah keseringan, lama-lama kita jadi nggak sadar kalau tiap kali ada kejadian tak terduga, mulut kita langsung lepas kontrol dan ngucapin kata-kata kotor. Misalnya, lagi kaget karena kepleset, otomatis bilang "anjing!". Padahal, kepleset itu kan nggak direncanain, tiba-tiba aja terjadi. Tapi karena udah terbiasa ngomong kasar, jadi refleks keluar deh kata-kata itu.
Nggak cuma waktu kepleset aja, loh. Coba deh perhatikan. Setiap ada hal yang bikin kita kagum atau heran, pasti ada aja yang langsung ngomong, "Anjing, bagus banget!" atau "Wah, anjing keren abis!" Ini nih yang jadi masalah. Kebiasaan ngomong kotor itu nggak cuma muncul pas lagi emosi negatif kayak marah atau kesel, tapi juga pas kita ngerasa takjub atau seneng. Bayangin, sesuatu yang harusnya positif, malah diungkapin dengan kata-kata kasar.
Nah, yang lebih parah lagi, kalau kebiasaan ini kebawa sampai ke akhirat nanti. Kita kan nggak tahu kapan dipanggil sama Tuhan. Takutnya, pas udah di alam kubur, tiba-tiba malaikat datang dan nanya, "Man rabbuka, siapa Tuhanmu?" Terus, karena saking terbiasanya ngomong kotor, refleks kita malah bilang, "Anjing!" Waduh, bahaya banget kan?
Kalau malaikat dengar kita jawab kayak gitu, bisa-bisa malaikat langsung nyatet di bukunya, "Oke, manusia ini nyembah anjing." Padahal, jelas-jelas kita tahu kalau Tuhan kita ya Allah SWT, tapi karena kebiasaan ngomong kotor, mulut kita malah nggak bisa dikontrol. Apa nggak rugi tuh, gara-gara kebiasaan buruk di dunia, kita jadi susah di akhirat? Nggak mau kan kejadian kayak gitu?
Makanya, mulai sekarang, yuk kita coba berbenah dalam cara kita berbicara. Nggak ada salahnya kok untuk belajar ngomong yang lebih santun. Emang sih, nggak langsung bisa berubah dalam semalam. Kebiasaan itu kan nggak gampang hilang. Tapi, kalau kita mau usaha pelan-pelan, pasti bisa. Nggak ada salahnya kok buat ngurangin ngomong kasar, apalagi kalau kita tahu itu nggak ada manfaatnya. Malah yang ada, kita bikin diri kita sendiri jelek di depan orang lain.
Banyak orang yang nggak sadar kalau kata-kata kasar yang sering kita ucapin itu bisa membentuk citra diri kita di mata orang lain. Kalau kita sering ngomong kasar, otomatis orang-orang di sekitar kita akan ngelihat kita sebagai orang yang nggak bisa jaga mulut, orang yang nggak pinter ngontrol emosi. Padahal, siapa sih yang mau dibilang kayak gitu? Kita semua pasti pengen dihargai dan dianggap baik, kan? Nah, salah satu caranya ya dengan belajar ngomong yang lebih santun.
Banyak juga yang beralasan, "Ya udah biasa ngomong kasar, mau gimana lagi?" Nah, itu dia masalahnya. Kebiasaan itu nggak boleh dijadiin alasan buat terus-terusan melakukan hal yang nggak baik. Kalau kita udah tahu kebiasaan kita salah, ya jangan malah dibiarin. Harus ada usaha buat berubah, dong. Nggak usah takut atau malu kalau kita mulai ngurangin kebiasaan ngomong kasar. Justru, itu bukti kalau kita mau jadi pribadi yang lebih baik.
Selain itu, ngomong kasar juga bisa berdampak buruk buat hubungan sosial kita. Bayangin kalau kamu lagi ngobrol sama orang yang baru kenal, terus tanpa sadar kamu ngomong kasar. Bisa aja orang itu langsung nggak nyaman, kan? Atau kalau kamu lagi ngobrol sama orang yang lebih tua, orang tua, guru, atau atasan, terus tiba-tiba lepas ngomong kasar. Wah, bisa berabe tuh. Orang bakal nganggap kita nggak sopan, nggak menghargai, dan akhirnya kita malah dijauhi orang.
Kata-kata yang keluar dari mulut kita itu kan cerminan dari hati dan pikiran kita. Kalau yang sering keluar kata-kata kasar, berarti ada yang perlu diperbaiki dari dalam diri kita. Bisa jadi, kita kurang kontrol emosi, atau malah nggak terlalu peduli sama dampak dari ucapan kita ke orang lain. Padahal, kata-kata itu punya kekuatan yang besar. Satu kata aja bisa bikin orang seneng, tapi bisa juga bikin orang sakit hati.
Jadi, mulai sekarang, yuk coba kontrol mulut kita. Gimana caranya? Pertama, sadar dulu bahwa ngomong kasar itu nggak ada manfaatnya. Bukan berarti kita jadi kaku atau nggak bisa bercanda, tapi kita bisa bercanda dengan cara yang lebih sehat. Ganti kata-kata kasar dengan yang lebih positif. Misalnya, daripada ngomong "anjing bagus banget," kita bisa bilang, "Keren banget!" atau "wooowww, bagus banget!" Nggak susah, kan? Tinggal biasain aja.
Kedua, kalau kita lagi kesel atau emosi, coba tahan sebentar. Hitung sampai tiga, tarik napas, dan pikirin kata-kata yang lebih baik. Emang nggak gampang, apalagi kalau udah kebiasaan ngomong kasar. Tapi, dengan latihan, lama-lama kita bisa kontrol diri kita sendiri.
Dan yang paling penting, ingat bahwa kata-kata yang kita ucapin itu bakal dipertanggungjawabkan. Baik di dunia, apalagi di akhirat nanti. Kita nggak mau kan, gara-gara mulut kita yang nggak terkontrol, kita malah susah di alam kubur? Jadi, mulai sekarang, yuk jaga ucapan kita. Ngomong yang baik-baik aja, apapun bahasamu, usahain yang santun. Oke?
Jadi, gimana? Udah siap buat mulai ngurangin kebiasaan ngomong kasar? Yuk, kita mulai dari sekarang. Jangan nunggu besok-besok, karena perubahan itu dimulai dari langkah kecil. Kalau nggak dimulai dari sekarang, kapan lagi?
Komentar
Posting Komentar
Mau menyanggah? Silahkan! Jangan lupa sambil tersenyum biar bumi tidak kehilangan keindahan alamnya. Kamu.