Kami Benci Anjing Walaupun Lucu
Wah, ini topik yang lumayan seru dan, jujur aja, sering banget bikin orang terbagi jadi dua kubu: yang suka anjing dan yang nggak suka. Dan kalau kita ngomongin tentang anjing, emang banyak banget yang nganggap hewan ini lucu, menggemaskan, loyal, dan katanya “teman terbaik manusia.” Tapi, di sisi lain, nggak semua orang bisa dengan santai ngelihat anjing, apalagi kalau tiba-tiba dikejar anjing. Dan saya, jujur aja, masuk ke golongan orang yang nggak suka anjing.
Denger orang bilang, “Anjing itu lucu, kamu harusnya suka,” saya cuma bisa mikir, Bodo amat! Mungkin buat mereka, anjing itu menggemaskan, tapi buat saya, anjing itu malah bikin cemas dan deg-degan. Lihat aja, mereka gede, suka lari-larian, dan kadang nggak bisa ditebak tindakannya. Orang lain bisa ngomong, “Oh, mereka cuma mau bermain, kok,” tapi yang ada di pikiran saya saat lihat anjing ngejar, cuma satu: lari secepat mungkin!
Banyak orang pecinta anjing bilang, “Kalau kamu dikejar anjing, jangan lari. Mereka cuma mau main, bukan mau gigit.” Oke, saya bisa ngerti kalau mereka niatnya baik, tapi maaf banget, saya tetap nggak percaya. Buat orang yang nggak biasa atau bahkan takut sama anjing, anjing yang berlari ke arah kita dengan gigi yang kelihatan, apalagi sambil gonggong, itu serem banget! Mau dibilang lucu atau nggak berbahaya juga, insting saya bilang: lari selamatkan diri!
Saya ngerti, setiap orang punya hak untuk suka atau nggak suka sama sesuatu, termasuk anjing. Dan kita, yang nggak suka anjing, juga punya hak yang sama. Jadi, kalau kamu pecinta anjing, itu urusan kamu, saya nggak peduli! Bukan berarti saya benci sama kamu, tapi saya benci sama anjingmu! Jangan maksain pandangan kamu tentang anjing ke orang lain. Anjing mungkin adalah sahabat terbaik buat kamu, tapi buat saya, mereka adalah sumber ketakutan. Kenapa? Karena nggak semua orang bisa nyaman berada di dekat anjing, apalagi kalau pernah punya pengalaman buruk, misalnya pernah dikejar atau digonggongin.
Yang bikin saya makin gemes adalah ketika pecinta anjing nyuruh kita, yang jelas-jelas takut, buat tenang aja. "Tenang, mereka nggak akan menggigit," katanya. Lah, situ yang pecinta anjing, coba liat dari sudut pandang kami yang takut! Hati ini deg-degan, keringat dingin keluar, pikiran bercabang antara lari atau panjat pohon. Nggak semudah itu, Ferguso! Buat mereka mungkin itu biasa aja, tapi buat kami, dikejar anjing itu kayak dikejar maut!
Dan jujur aja, ini bukan soal fisik anjing doang. Gonggongannya aja bisa bikin jantung hampir copot. Setiap kali ada suara gonggongan dari kejauhan, otomatis pikiran saya langsung, "Waduh, ada anjing nih. Aman gak ya?" Padahal mungkin anjingnya jauh, tapi udah keburu panik duluan. Buat orang yang nggak suka anjing, bahkan suara gonggongan itu udah cukup buat bikin suasana jadi gak nyaman. Apalagi kalau kita harus berhadapan langsung.
Orang sering nggak paham, gimana rasanya buat kita yang nggak nyaman sama anjing. Mereka bilang, “Oh, kamu pasti belum pernah berinteraksi sama anjing yang baik. Mereka ramah kok.” Oke, saya ngerti maksudnya, tapi yang namanya ketakutan atau ketidaksukaan itu nggak selalu soal logika. Kadang, ada hal-hal yang bikin kita nggak nyaman tanpa alasan yang jelas. Dan itu normal! Sama halnya kayak orang yang takut sama kucing, ular, atau hewan lain, mereka nggak bisa disalahin cuma karena mereka punya ketakutan tertentu.
Lagipula, ada banyak alasan kenapa seseorang mungkin nggak suka anjing. Bisa karena alasan agama, budaya, pengalaman buruk di masa lalu, atau sekadar ketidaksukaan tanpa alasan spesifik. Dan itu semua valid! Nggak ada yang bisa memaksa orang untuk suka sesuatu yang mereka nggak suka. Termasuk anjing!
Pernah juga, ada yang bilang ke saya, “Kalau kamu punya anjing, pasti kamu bakal berubah pikiran.” Lah, saya nggak butuh bukti buat tahu bahwa saya nggak mau punya anjing. Sederhana aja, saya nggak suka anjing, jadi kenapa saya harus repot-repot memelihara hewan yang saya nggak suka? Buat saya, nggak ada untungnya. Beda cerita kalau kita ngomongin hewan peliharaan lain, kayak kucing atau burung, mungkin saya bisa lebih terbuka. Tapi anjing? Big no!
Kita juga harus sadar bahwa nggak semua orang dibesarkan di lingkungan yang familiar sama anjing. Ada yang dari kecil emang nggak pernah punya pengalaman dekat sama anjing, jadi ketika dewasa, otomatis mereka nggak terbiasa. Beda sama mereka yang dari kecil udah terbiasa main sama anjing. Buat mereka mungkin biasa, tapi buat kita yang nggak pernah dekat sama anjing, itu bisa jadi pengalaman yang bikin stres.
Intinya, setiap orang punya hak buat nggak suka sama anjing, dan itu bukan hal yang salah. Kalau ada yang bilang anjing lucu, ya silakan aja, itu pendapat mereka. Tapi jangan maksain orang lain buat suka juga. Anjing mungkin lucu buat kamu, tapi buat saya? Bodo amat! Saya nggak suka, dan saya nggak butuh alasan lebih lanjut buat menjelaskan kenapa. Jadi, buat kamu yang pecinta anjing, biarkan kami yang nggak suka anjing hidup damai tanpa harus dipaksa-paksa buat mencintai hewan itu.
Saya juga nggak bilang anjing itu buruk. Saya ngerti kok, anjing bisa jadi hewan yang loyal, bisa dilatih buat berbagai keperluan, bahkan jadi penyelamat di situasi tertentu. Tapi tetap aja, kalau ada anjing yang tiba-tiba nongol di jalan dan mendekat ke arah saya, reaksi pertama saya adalah lari! Nggak peduli apa kata orang, insting bilang: selamatkan diri dulu, urusan lucu belakangan!
Jadi, untuk kamu yang suka anjing, nikmatilah keindahan dan kegemasan mereka sepuasnya. Itu urusan kamu. Tapi, biarkan juga kami yang nggak suka anjing hidup dengan tenang tanpa harus didebatin terus. Karena, pada akhirnya, setiap orang punya selera dan ketakutan masing-masing. Dan itu harus dihormati.
Jadi, kalau ada yang bilang, “Kalau dikejar anjing, jangan lari, mereka cuma mau main,” saya cuma bisa jawab, Bodo amat! Saya tetap bakal lari, karena buat saya, itu bukan main-main. Saya nggak mau ambil risiko! Dan kalau ada yang bilang anjing itu lucu, ya silakan, itu hak kalian. Tapi saya? Saya nggak suka anjing, titik!
Komentar
Posting Komentar
Mau menyanggah? Silahkan! Jangan lupa sambil tersenyum biar bumi tidak kehilangan keindahan alamnya. Kamu.